Criminal Case–Facebook Game

Game ini merupakan salah satu dari sekian banyak game yang ada di Facebook, yang peminatnya lumayan banyak saat ini. Saya sendiri salah satu pemain yang menjadi addictive gara-gara game ini. Ini adalah game FB saya yang pertama, sebelumnya saya tidak pernah suka main game FB. Entah kenapa, game ini membuat saya tertarik untuk terus memainkannya, mungkin karena ada naluri seorang detektif di dalam diri saya Open-mouthed smile.

CC

Dalam game ini kita berperan sebagai seorang detektif yang memecahkan berbagai kasus pembunuhan.

Game ini (sampai saat ini ditulis) sudah mencapai case-30, saya sendiri masih berada di case-16. Dan kurang lebih sudah hampir 3 bulan, saya memainkan game ini.

Player juga memiliki beberapa tingkatan level, dimana tiap level yang berhasil dilewati, pemain akan diberi reward Orange Juice (OJ).  OJ ini bisa kita share dengan teammates kita, yg mana bila mereka mengambil OJ yang kita share, kita akan mendapatkan “card” yang dapat kita tukarkan. Nantinya card yang kita dapat ini dapat kita tukarkan dengan berbagai item (potato chips, orange juice, xp, ataupun coins).

Lucky CardsPara pemain akan naik ranking setelah beberapa level berhasil dilalui. Untuk pemain yang naik rangking, akan diberi reward potato chips.

Setiap case dibagi menjadi menjadi beberapa chapter, masing-masing memiliki plot cerita sendiri. Pemain ditugaskan untuk menemukan barang bukti lusur(heidden objects) yang kemudian akan ditelusuri lebih lanjut lewat proses otopsi, investigasi, olah tkp dan analisa barang bukti yang ditemukan.  Nantinya semua ini akan membantu kita dalam menentukan pelaku pembunuhan.

RUTH PERMATASARI “TJ”

MENYEBUT nama aslinya, Ruth Permatasari, mungkin hanya sedikit orang yang tahu. Tetap  bila menyebut ‘TJ’ Sinden Gosip, orang-orang langsung bisa membayangkan wajah dan kekocakannya. Siapa menyangka, bakat melucunya sejak kecil berhasil menjadikannya seorang komedian sukses.

Aku lahir di Jakarta, 2 Januari 1980, sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahku, E.B. Djatrich adalah seorang pegawai negeri sipil yang saat itu tengah bertugas di Timor Leste, sehingga tak sempat melihat proses kelahiranku. Sementara Ibuku, Elsye adalah seorang bidan. Tak seperti bayi kebanyakan, kata Ibu, sewaktu lahir aku tidak menangis. Meski ditepuk-tepuk, dicelupkan ke air dingin, tangisku tak kunjung terdengar. Setelah beberapa usaha itu dilakukan, barulah tangisku mengiasi dunia ini.

Kedua orangtuaku kemudian memberi nama Ruth Permatasari. Aku tumbuh menjadi gadis kecil yang kemudian disapa Rury atau Jenong. Tetapi menginjak SMP teman-teman sekolah mulai menyapaku dengan sebutan TJ yang di kemudian hari rupanya membawa keberuntungan buatku. Kini, orang sering bertanya padaku, kenapa bisa memiliki sapaan TJ (Tije)? (more…)